teraju.id, Aston – Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji, SH, M.Hum menegaskan beralihnya bentuk perjuangan masyarakat Kalbar dari perjuangan pembuktian ilmiah kepada perjuangan politik.
Demikian sambutan orang nomor satu di Kalbar tersebut pada seminar-webinar nasional bersama Badan Pengkajian MPR bertema Quo Vadis Makna Kepahlawanan di Indonesia: Mengukuhkan Keindonesiaan Melalui Pengusulan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional, Sabtu, 11/7/2020.
“Ini pembuktian ilmiah sudah cukup. Sudah saatnya kita berjuang secara politik,” tegasnya di hadapan 150-200 peserta yang memenuhi Convention Hall Aston Pontianak, 400 peserta webinar nasional dan 1.115 penonton siaran langsung di chanel YouTube teraju.id.
Menurut Sutarmidji yang juga mengawal riset-riset ilmiah mengenai Sultan Hamid dalam 20 tahun terakhir ini, fakta-fakta ilmiah sudah cukup karena tidak terbantahkan. Misalnya tentang peran Sultan Hamid II merancang lambang negara elang rajawali Garuda Pancasila, peranannya yang hebat di ajang diplomasi sebagai Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) yang kemudian memimpin majelis federasi kesultanan/kerajaan Nusantara (BFO) di KMB serta jasa-jasa lainnya di daerah Kalbar maupun nasional sekaligus persahabatannya dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional hingga akhir hayatnya yang berdayaguna bagi inspirasi generasi muda bangsa.
