Puncak kegembiraan terasa saat topik beralih ke identitas budaya kota. Pantun-pantun tentang busana Melayu Pontianak mendominasi, mengajak semua orang untuk tampil maksimal di Hari Jadi: “Kain batik corak insang, dilengkapi topi tanjak,” hingga ajakan untuk memakai “Baju laki laki Telok belanga, perempuan bah bkurong.” Nah, ini baru namanya merayakan Hari Jadi dengan outfit lokal yang totalitas! Semua pantun di WAG ini menegaskan satu tujuan: mengokohkan Kalbar sebagai Provinsi Pantun Dunia dan Pontianak sebagai Ibukotanya.
Daun mengkudu rasanya kelat
tapi nyaman dibuat gulai
tahun 2025 Pontianak bersahabat
semoga kotanya aman cantek aduhai
Ada gelas angka sepuluh.
Telah diganti dg yg ori.
Kerja ikhlas tiada ngeluh.
Sbg bukti cinta negeri.
Kalau kita pergi ke pasar
Pulangnya berlawan arah
Mari kita belajar
Belajar tentang sejarah
Pulang ngajar melawan arah
Lihat ibu ibu membawa anak
Yang belajar tentang sejarah
Ingat hari jadi kota Pontianak
Kita petik daun seki insang
Kita membuat topi jitak
Kain batik corak insang
Dilengkapi topi tanjak
Kita membuat topi jitak
Kita masak dalam belanga
Kain batik corak insang
Baju laki laki Telok belanga
Sedap rasa ikan belanak
Ditangkap tengah samudra
Selamat hari jadi Pontianak
Semoga tetap jaya dan sejahtera
Nikmat sekali kari belanak
Sotong bandeng pakai belimbing
Selamat hari jadi Pontianak
Potong tumpeng gulai kambing
Tanamlah zaitun dekat pepaya
Tanam berjarak darilah nanas
Agarlah pantun semakin membudaya
Buatlah semarak perayaan hartunas
