Sosok, keberadaan dan kiprah H M Arief tidak juga terlepas dari keberadaan istri kedua nya. Yakni Hj Salmah. Beliau merupakan anak dari H Abdul Kariim bin H dJamaluddin, yang nama nya di nisbahkan menjadi nama masjid Al Kariim, di jalan tanjung raya 2, Pontianak Timur. Hj Salmah semasa hidupnya merupakan pelopor, pendiri serta pemimpin ‘pengajian kaum Ibu’ di Kampong Bangka. Serta pioneer pertama di Kalimantan Barat yang membentuk pendidikan bagi anak-anak perempuan untuk bersekolah. Beliau Wafat ketika menjalankan ibadah haji tahun 1938. Namanya saat ini dinisbahkan menjadi nama jalan menuju rumah besa’ tersebut.
INVENTARISASI POTENSI SEJARAH DAN MASYARAKAT DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS PONTIANAK
Keberadaan Rumah Besa’ tepian sungai di kampong Bangka Pontianak bukanlah satu-satunya peninggalan yang ada di tepi sungai. Ia salah satu bagian penting dari bagian-bagian lainnya dalam perjalanan sejarah kota Pontianak.
Masih banyak lagi potensi sejarah, kearifan masyarakat di tepian sungai Kapuas. Bahkan keberadaan penamaan Kampong-Kampong Tua Di Tepian Sungai Kapuas menjadi potensi luar biasa. Dari Kampong Siantan, Kampong Beting, Kampong Arab, Kampong Dalam Bugis, Kampong Tambelan, Kampong Sampit, Kampong Banjar, Kampong Serasan, Kampong Saigon, Kampong Parit Mayor, Kampong Belitong, Kampong Bangka, Kampong Bansir, Kampong Kuantan, Kampong, Kampong Kamboja, Kampong Melayu serta lainnya.
