Berita

Itikaf 27 Ramadhan Mujahidin

Itikaf 27 Ramadhan Mujahidin
Itikaf 27 Ramadhan Mujahidin.1

Jika di antara mereka mendapatkan “warruhu fiha” yakni Alquran menjadi mentalitinya, sikapnya, gaya hidupnya, tak dapat dibayangkan betapa dahsyatnya Bumi Borneo Barat pada “besok-besok” hari. Menjadi sosok leader penuh “iman, ilmu, amal, sastra”, insan kamil yang membawa langit mengucurkan rahmat. Bumi mengeluarkan nikmat. Empat penjuru mata angin membagikan fadilah. Kenapa? Sebab mereka bertakwa sebagaimana didikan Ramadhan adalah melatih mengendalikan hawa nafsu dari hal hal membatalkan puasa (shaum). Orientasinya adalah takwa, yakni hanya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dan ini pancasilais sekali.

Alam akan lestari. Jauh dari bencana.
Apalagi disempurnakan dengan zakat, infak, sodakoh dan wakaf (ZISWAF). Totally di atas semua sila Pancasila dan jalan toll menuju surga. Akan terwujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kenapa Indonesia kini sedikit-sedikit beritanya korupsi? Operasi Tangkap Tangan? OTT KPK? Sebab hawa nafsu tak terkendali. Dengan kata lain ya tidak pancasilais. Tidak menjalankan ketakwaan.

Tentu bagi yang mengerti, perlu waskat. Pengawasan melekat. Totally Controll.

Saling ingat-mengingatkan agar tidak tergolong manusia yang merugi lagi merugikan. QS Al Ashr.

Agar tidak merugi diperlukan 4 rukun. Pertama iman. Kedua amal kebaikan. Ketiga komunikasi aktif saling ingat mengingatkan tujuan hidup dan terminal akhirnya di mana. Keempat komunikasi aktif itu dalam metodologi benar dan sabar. Reflektif. Verifikatif. Anti hoax.