Di setiap sakit dijamin ada obatnya. Itu pula yang dilakukan oleh para guru besar di atas. Namun menariknya adalah, siapakah yang menciptakan sakit dan obat penyembuhnya? Jawaban rasional sang guru besar adalah Tuhan. Nah, di sini inilah banyak keajaiban yang berujung pada keyakinan. Iman.
Profesor yang menderita benjolan di kepala sembuh hanya dengan kerendahan hati untuk minta didoakan kepada “wali” yang berhati bersih dan kelakuan suci.
Dibacakan doa pada segelas air, bersumbu Alfatihah dan sholawat Nabi SAW, diminum dengan keyakinan akan tujuan penciptaan Tuhan atas alam semesta dengan simbolisasi rumah Tuhan pertama di muka bumi agar manusia menyembahnya berupa baitullah. Rumah Allah. Cahaya di atas cahaya. Menerangi segala kegelapan, marabahaya, termasuk penyakit di dalamnya.
Baitullah itu disimbolkan kepada Nabi Adam AS sebagai manusia pertama untuk membangunnya. Bersudut empat. Merujuk arah mata angin yang makrokosmos. Dilanjutkan Ibrahim, Ismail, Rasulullah Muhammad SAW dan kini Baitullahil Haram dimana kita haji dan umroh dengan tawaf di situ.
