Berita

Kisah “Penyembuhan” Guru Besar yang Sakit

Kisah “Penyembuhan” Guru Besar yang Sakit

Yakin. Haqqul Yaqin. Fokus. Bertahannut. Berdzikir. Berdoa di depan pintu Kakbah atau berada di dalamnya. Memohon kepada-Nya. Yakin haqqul yaqien. Insya Allah sembuh. Sebab Dia Sang Kholiq. Sebagaimana wasilah orang suci membacakan doa kesembuhan di segelas air, lantas air itu menjadi obat. Meluruhkan benjolan. Sehingga tanpa disadari hilang ngilu dan denyut di kepala Sang Prof saat tidur. Bahkan benjolannya pun sirna. Ketika diperiksa kembali kepada dokter, analisa kanker di kepala pun bersih. Masya Allah Watabarakallah Wanikmatillah.

*

Profesor memang guru besar. Tapi bukan lantaran guru besar tidak bisa sakit. Hatta dokter sekalipun. Menteri Kesehatan yang Profesor Doktor dokter ahli sekalipun tak kebal diuji dengan sakit. Dan sakit maupun obatnya datang dari Tuhan Yang Maha Rahman.

Adapun profesor pertama yang dikisahkan didiagnosa metastasis. Menyebar ke berbagai anggota tubuh. Namun dengan keyakinan akan maksud dan tujuan penciptaan manusia diiringi simbolisasi baitullah agar manusia sebagai khalifah ini beribadah hanya kepada-Nya, juga ringan dalam derita sakitnya.