Berita

Kisah “Penyembuhan” Guru Besar yang Sakit

Kisah “Penyembuhan” Guru Besar yang Sakit

Alhamdulillah. Semakin yakin bermunajat di baitullah tersebut akan semakin tenang. Sesuai janji-Nya “hanya dengan mengingat-Ku hatimu menjadi tenang.” Sembuh adalah salah satu output ketenangan itu. Kalaupun “lewat” pun dalam ketenangan. Keikhlasan. Dalam jalan ampunan-Nya. Husnul khotimah. Insya Allah. Surga menantinya. Lalu apalagi yang dicari selain kedekatan kepada-Nya?
Sakit adalah hikmah. Ia kifarat penebus dosa dan kesalahan. Momentum introspeksi diri. Tak terkecuali bagi siapa saja yang sehat sebelum datang masa sakit.

Untuk itu terimakasih Prof Chairil telah berbagi insight. Berbagi kisah dari menara gading yang mana kami hanya melihat dari kejauhan.

Anyway many thanks. Kami diterima berlebaran tadi malam pukul 21.30 dan baru berakhir pukul 00.08! Ini rekor bagi saya berlebaran sampai lebih 2.5 jam dalam continues discussion non stop.

Semoga ilmu pengetahuan yang diceritakan dengan penuh ilmu sastra lisan yang integratif multiple science menjadi amal jariyah.

Sehat senantiasa Prof. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabballahu Minna wa Mingkum Taqobbal ya Kareem. *