Berita

Luruskan Sejarah tentang Sultan Hamid–Emha Ainun Nadjib Kirim Enam Jurus Jitu untuk Indonesia Menjadi Bangsa Besar atau Punah di Masa Pandemi

Luruskan Sejarah tentang Sultan Hamid–Emha Ainun Nadjib Kirim Enam Jurus Jitu untuk Indonesia Menjadi Bangsa Besar atau Punah di Masa Pandemi

teraju.id, Jombang-Yogyakarta – Hari Senin, 20/7/2020 yang penuh spirit serta vitalitas setelah sebagian warga bangsa berakhir pekan, terjadi komunikasi antara panitia Konser 107th Sultan Hamid yang beragendakan “pelurusan sejarah bangsa” dengan budayawan kondang di jagad Nusantara, Emha Ainun Nadjib. Pembicaraan via telepon analog itu pun disambut salam oleh pria yang akrab disapa Cak Nun dengan aksi panggung maupun kolom-kolomnya bak mutiara bertaburan dengan salam sejahtera sekaligus mendengar kata “Allahyarham Sultan Hamid Alkadrie, Sultan ke-7 Qadriyah Pontianak, suami megabintang era 1990 Novia Kolopaking ini segera menyebut kalimat, “Oiya, Perancang Lambang Negara itu ya…”

Panitia berkeinginan mengundang Cak Nun membacakan sajak, puisi atau syair karena konser bertajuk musik dan sastra, sesuatu yang sangat Emha. Tokoh sentral Kyai Kanjeng dengan wirid, sholawat serta gamelannya ini tidak menampik. Cak Nun menyodorkan sebuah hasil perenungannya yang mendalam sejak berada di Jombang tanah pusakanya, hingga Yogyakarta, domisili yang dipilih karena kecintaannya kepada masyarakat maupun budayanya. Enam butir mutiara renungan Cak Nun itu merujuk kekuatan Bangsa Indonesia jika di-start dan re-start dengan baik, maka akan bisa “menyalip” negara-negara maju dalam tikungan Pandemi Covid-19.