Ada penjelasan kenapa di sebut Shenghie, saat melewati Pelabuhan rakyat tertua di Pontianak. Serta penjelasan sejarah awal mula kawasan pasar parit besar sampai kenapa lebih di kenal dengan nama pasar Tengah.
Memberi Keindahan dengan segala potensi yang ada juga disertai dengan informasi-informasi tentunya akan lebih bermanfaat. Bagi semua pengunjung. Baik yang berasal dari kota pontianak, juga yang berasal dari luar Pontianak.
Informasi yang diberikan tentulah harus akurat, melalui kajian yang konfrehensif dengan membuka peluang saran dan kritik dari berbagai pihak. Juga tentunya harus di sampaikan dengan cara yang komunikatif dan sederhana tanpa kehilangan makna. Dapat disampaikan dengan cara langsung melalui pemandu wisata yang ada di setiap perjalanan kapal wisata atau dengan cara di rekam dan diputar dengan mempertimbangkan waktu dan jarak tempuh di masing-masing lokasi.
Sehingga nantinya, setiap orang yang turun dari kapal wisata bandong akan mendapatkan keindahan landscape tepian sungai kapuas serta informasi yang dapat menambah wawasan erta pengeetahuan.
Peran para semua pemangku kepentingan menjadi sangat penting. Baik pemerintah kota Pontianak, melalui Bappeda-Dinas pariwisata-diskominfo, juga lembaga penelitian, penggiat sejarah, pelaku wisata, umkm komunitas juga para relawan. Agar Kota Pontianak menjadi kota yang Literat akan narasi keindahan dan narasi sejarahnya. Semoga’ (Penulis Buku Pontianak Heritage)
