teraju.id– Penataan kawasan Lemukutan penting untuk memperhatikan kearifan lokal belale’. Hal itu disampaikan berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa prodi Desain Kawasan Binaan Arsitektur Polnep Pontianak di Desa PulauLemukutan Kabupaten Bengkayang.
Peneliti, Nunik Hasriyanti menjelaskan bahwa dalam menata kawasan penting untuk memperhatikan kearifan lokal masyarakat setempat. “Setiap masyarakat memiliki kearifan lokal yg diwariskan secara turun temurun,” katanya.
Nunik menambahkan masyarakat pesisir Desa Pulau Lemukutan memiliki kekayaan dan kekhasan dalam menata kawasan Lemukutan yakni Kearifan Lokal disebut BELLALE’ (kerja sama).
Tradisi Bellale’ masih dipercaya dan dijaga keberlangsungannya termasuk dalam menata kawasan pesisir. Misalnya membangun rumah penduduk, jalan, fasilitas umum dilakukan secara bersama sama.
Yang terbaru, masyarakat Desa Pulau Lemukutan bergotong royong menata kembali Bagan dan Kelong yang rusak akibat hantaman ombak besar awal tahun 2021.
Menurut Muhtadi (55th) penduduk di Teluk Surau, sebagai manusia, kita tidak bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang lain dalam segala sendi kehidupan. Kami tinggal di Teluk Surau Dusun Karang Timur, masih saling membantu dalam segala hal, termasuk mendirikan bagan yang terdampak ombak di awal tahun 2021.
