Nasional

Menelisik Paham Radikal di Tahun Politik: Monitoring Propaganda Rusia di Tengah 371 Juta Pengguna HP di Indonesia

Menelisik Paham Radikal di Tahun Politik: Monitoring Propaganda Rusia di Tengah 371 Juta Pengguna HP di Indonesia

teraju.id, Ancol – Pemaksaan kehendak bahwa pendapat dan pandangannya adalah yang paling benar seraya menyalahkan pihak lain dengan menghalalkan kekerasan menjadi fokus Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI di arena Rakernas FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) bertempat di Ancol, 17-20/2/19.

Direktur Pencegahan, Brigjen Pol Ir Hamli, ME di hadapan FKPT 32 provinsi atau 288 peserta seluruh Indonesia khusus mengupas Strategi Meningkatkan Kinerja Pencegahan, Radikalisme dan Terorisme di Tahun Politik (2019). Menurutnya, sejak 6 tahun kelahirannya, tahun-tahun politik pernah dilewati dan berjalan aman, berikut dilahirkan kepemimpinan yang ligitimate. Kendati demikian, kesuksesan penyelenggaraan Pilpres, Pileg, Pigub, Pilwako, Pilwabup jangan membuat warga bangsa lalai. “Koordinasi dan kerjasama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Tak terkecuali FKPT,” prolognya.

Hamli mulai menguak peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini. Sebut misalnya aksi pembakaran motor dan mobil di Jawa Tengah. “Hal-hal seperti ini harus kita waspadai dapat mengganggu hajatan besar bangsa yang kita sebut tahun politik,” paparnya.