Nasional

Menelisik Paham Radikal di Tahun Politik: Monitoring Propaganda Rusia di Tengah 371 Juta Pengguna HP di Indonesia

Menelisik Paham Radikal di Tahun Politik: Monitoring Propaganda Rusia di Tengah 371 Juta Pengguna HP di Indonesia

“Kriminalisasi tokoh agama, perekonomian dan pembangunan infrastruktur, komunis, tenaga kerja asing, hutang luar negeri, serta harga bahan bahan pokok seluruhnya menjadi perbincangan luas di sosial media. Hal ini sama persis dengan propaganda Rusia,” ulas Hamli untuk membuka fenomena Indonesia sehingga FKPT bisa turut mengawasi dan mereduksi demi merawat keamanan, serta harmoni sosial.

Situasi kebangsaan Indonesia terbantu oleh dominannya penduduk yang berpandangan nasional, berikut nasionalis-relijius. “Berdasarkan riset, kelompok yang relatif keras di Indonesia berada pada kisaran 18 persen penduduk dewasa, dan di kalangan millenial 23 persen.”

Solusi merawat kebangsaan tiada lain berupa pendidikan. Melalui pendidikan, semua data yang bertebaran di sosial media bisa diendapkan melalui pikiran kritis serta logis. Apakah sesuatu yang dibaca itu masuk akal atau tidak, benar atau tidak. Jika aspek pendidikan ini dikedepankan, maka FKPT turut melakukan edukasi publik.
Hamli menunjukkan foto-foto di Suriah dengan tujuan berdirinya khilafah bernama ISIS. “Mesjid dahulunya berdiri megah dan makmur, kini tersisa puing-puing. Kita jangan sampai di-Suriah-kan. Kita perlu merawat Indonesia secara bersama-sama,” serunya. (Nuris)