
“Lihat ini, dengan jeli seorang wartawan menangkap berita di Sekolah Dasar ada anak yang bercita-cita menjadi koruptor karena punya banyak rumah, mobil, dan kolam renang. Menjadi koruptor itu sejahtera,” ungkap Asmir seraya menunjukkan kliping koran di salah satu wilayah Tanah Air. Hal tersebut dimaksudkan Asmir sebagai kondisi kronis yang melanda Indonesia.
Kronisnya terletak pada penghargaan hidup sukses terletak pada glamoritas harta-benda, bukannya proses dan harkat-martabar kemanusiaan.
Obat dari penyakit krisis watak dan mental tersebut menurut Asmir tiada lain dengan menyehatkan jiwa itu sendiri melalui aksi individu dan kolektif sebagaimana visi Binabud, yakni mengangkat harkat dan martabat untuk kesejahteraan Bangsa maupun umat manusia. “Kita harus mulai dari diri sendiri dan membina generasi muda sehingga terlaksana amanat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yakni bangunlah jiwanya-bangunlah badannya.”
Asmir mencontohkan merah putih sebagai bendera kebangsaan Indonesia. Dia bertumpu pada warna putih yang melambangkan kesucian. “Merah yang berarti berani itu berpijak pada kesucian,” ulasnya seraya berharap relawan Binabud bisa meningkatkan peransertanya membangun bangsa dan negara dalam konteks kesejahteraan umat manusia yang bermental serta berwatak mulia: jujur, adil, bertanggungjawab.
