Berita

Dari Desa Negeri Ini Berdiri

Dari Desa Negeri Ini Berdiri

Pagi di kampung selalu sederhana.
Suara cangkul sering lebih dulu terdengar daripada suara berita. Embun masih menggantung di pucuk daun, motor tua mulai keluar pelan menuju kebun, sementara asap dapur mengepul dari rumah-rumah kayu. Orang-orang desa berangkat bekerja tanpa tahu berapa kurs dolar hari ini. Mereka hanya tahu tanah harus diolah, tanaman harus dijaga, dan anak-anak harus tetap makan.

Betul, orang desa tidak pakai dolar. Mereka mungkin hanya memegang cangkul, sekop, parang, dan sisa tenaga selepas matahari tenggelam. Hari ini bekerja untuk makan hari ini. Besok kembali bekerja demi sepiring nasi berikutnya. Tidak banyak bicara soal ekonomi global, pasar saham, atau perang dagang dunia.

Bahkan boleh jadi nama dolar pun terasa asing bagi sebagian mereka. Tetapi dari desa itulah lahir anak-anak yang hari ini berdiri tegak di kota. Ada yang menjadi guru, pejabat, dosen, pengusaha, aparat, bahkan pemimpin negeri. Kota-kota besar hari ini dipenuhi oleh anak-anak kampung yang dulu berangkat sekolah melewati jalan berlumpur, yang dibesarkan oleh orang tua dengan tangan kasar karena bekerja.

Karena itu, desa jangan dipandang rendah. Sebab dari sanalah kehidupan bangsa ini dimulai.