Desa mungkin tidak berbicara tentang dolar.
Tetapi negeri ini tidak akan makan tanpa orang-orang desa. Namun begitulah hidup bernegara. Akan selalu ada ucapan pemimpin yang ditafsir berbeda-beda oleh rakyatnya. Dan sebagai masyarakat Melayu Sambas yang dibesarkan dengan nilai Islam, kami diajarkan satu hal: pemimpin tetap harus dihormati dan didoakan kebaikannya.
Sebab kelak di akhirat, kita tidak ditanya tentang bagaimana sikap pemimpin kepada rakyatnya. Tetapi kita akan ditanya tentang bagaimana sikap kita kepada pemimpin. Maka mengkritik boleh, mengingatkan boleh, tetapi adab jangan hilang.
Jangan sampai hati menjadi “lene” dengan keadaan hari ini. Terlalu hanyut dalam kecewa sampai lupa menjaga diri sendiri. Orang tua Melayu Sambas mengajarkan agar hati dibuat “linsai” maksudnya ditenangkan, diredakan, supaya pikiran tetap jernih melihat keadaan.
Karena kampung mengajarkan kita satu hal penting bahwa hidup tidak selalu tentang marah paling keras, tetapi tentang tetap menjaga hati agar tidak kehilangan arah.
Dan mungkin benar, orang desa tidak pakai dolar. Tetapi jangan lupa, dari desa lah negeri ini berdiri.
