Berita

Dari Desa Negeri Ini Berdiri

Dari Desa Negeri Ini Berdiri

Di kampung, kita belajar gotong royong tanpa proposal. Orang datang membantu tanpa perlu diumumkan. Ketika ada tetangga sakit, orang berdatangan. Ketika ada kematian, dapur-dapur ikut menyala. Ketika ada hajatan, tenaga mengalir tanpa menghitung upah. Nilai seperti itu hari ini mulai mahal ditemukan.

Sementara di banyak tempat, jiwa individualis perlahan meluber ke generasi. Orang makin sibuk dengan dirinya sendiri. Tetapi kampung masih menyimpan wajah asli karakter bangsa: saling kenal, saling tegur, saling bantu.

Saya tersentuh menulis ini setelah mendengar pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, tentang “orang desa tidak pakai dolar.” Saya memahami mungkin maksudnya untuk menenangkan masyarakat. Tetapi kalimat itu juga bisa disalahpahami seolah kehidupan desa tidak berkaitan dengan naik turunnya dolar.

Padahal kenyataannya, kami di desa ikut merasakannya. Petani memang tidak bertransaksi memakai dolar. Tetapi pupuk ikut naik. Harga sembako ikut bergerak. BBM berubah, ongkos angkut berubah, bahan makanan perlahan ikut berubah. Orang desa mungkin tidak memegang dolar di tangan, tetapi ketika dolar naik, yang ikut menipis lebih dulu justru isi dapur mereka.