Penegasan Agus Setiadi itu disambut pekik takbir. Allahu Akbar! Ruangan Balairung Sari pun menggelora. Lebih sempurna dirangkai dengan seni budaya Melayu seperti tari dan syair yang berisi aneka nasihat, petuah, dan kearifan-kebijaksanaan. Sesekali ada pula pelipur lara, berupa syair yang humoris, sehingga massa turut larut dalam tawa nan bahagia. Di akhir acara, di tengah hujan yang lebat mengguyur persada khatulistiwa, massa bersalam-salaman, saling ingat-mengingatkan dan maaf-memaafkan. (kan)