Berita

Potret Pertemanan Lintas Etnik di Kalbar

Potret Pertemanan Lintas Etnik di Kalbar

Oleh: Yusriadi

Bulan September lalu, Club Menulis IAIN Pontianak melaunching buku berjudul “Temanku Orang Pribumi Kalimantan Barat”. Buku ini ditulis oleh sejumlah anggota Club Menulis, berdasarkan pengalaman masing-masing.
Sebulan telah berlalu. 30 hari buku ini telah hadir di ruang publik.

Banyak orang yang sudah membacanya. Banyak orang yang memberikan apresiasinya. Seperti yang diharapkan editor buku, Suherman, begitulah kesan sementara yang diperoleh.

Ya, reaksi dan apresiasi terhadap buku ini wajar diberikan. Buku ini sangat menarik. Mulai dari sampulnya yang menampilkan lukisan khas kartun dengan pakaian khas pribumi Kalbar. Warna merah mencolok menyita perhatian, memperkuat kesan.

Judul pribumi juga tak kalah aktual. Sejak pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggunakan kata pribumi, lalu ditanggapi pro dan kontra oleh warga, kata tersebut menjelma menjadi kata unik di republik ini. Aneka tafsiran muncul, menarik minat untuk mendalaminya.

Walau harus diakui sebenarnya istilah pribumi untuk Kalbar tidak terlalu aneh. Kita sering mendengar kata-kata itu digunakan. Cukup sering digunakan oleh ilmuan, aktivis, juga orang biasa.

Tetapi, buku ini telah memberikan horison baru bagi cakrawala pengetahuan kita tentang pribumi di Kalbar. Narasi tentang temanku pribumi yang dipaparkan di sini menyajikan wawasan tambahan tentang dinamika hubungan antar kelompok masyarakat.