in

Produktifkan Wakaf Indonesia, Kementerian Agama Luncurkan Wakaf Uang

IMG 20201204 WA0001


Oleh: Nur Iskandar

Dirjen Zakat, Infak, Shodaqoh dan Wakaf (Ziswaf) Drs H Tarmizi Tohor, MA mengumumkan di hadapan nazir Kota Pontianak dan sekitarnya, bahwa pada 17/12/20 Kementerian Agama RI akan meluncurkan gerakan wakaf uang. Seluruh pemangku kepentingan akan dilibatkan sejak Pusat hingga Provinsi.

Tarmizi menjelaskan bahwa peluncuran atawa launching program wakaf uang ini bertajuk Gerakan Wakaf Uang Nasional (GWUN) khususnya bagi kalangan Aparat Sipil Negara (ASN) lingkungan Departemen Agama. “Dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti Departemen Agama,” jelasnya saat hadir di Hotel Neo, 26/11/2020 lalu.

Kata mantan Kakanwil Kemenag Kepri yang jago mancing sekaligus pantun ini, Kakanwil Kemenag dan Gubernur mengikuti teleconference berbentuk launching virtual nasional. “Kita harapkan pejabat tinggi seluruh Indonesia kumpul di Kanwil Kemenag,” tambahnya seraya berharap GWUN ini sukses. Sekaligus, kata Tarmizi Tohor, ajang sosialisasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang telah berdiri sejak 2004 menyusul disahkannya UU Wakaf No 41 tahun 2004. Terutama lagi sosialisasi tentang wakaf uang di mana seluruh muslim-muslimat seluruh Indonesia harus berubah cara pandangnya kepada ibadah wakaf di mana amal terus mengalir, walaupun nyawa sudah terputus akibat wakaf yang tergolong sedekah jariyah. Wakaf uang itu bisa berapa saja dan diserahkan kepada nazir wakaf uang.

Baca Juga:  Prodi PAI Pascasarjana IAIN Pontianak Terakreditasi "B"

BWI adalah salah satu lembaga profesional nazir wakaf uang tersebut dan menjadikan uang wakaf bersifat tetap, namun produktivitasnya digunakan bagi muwakkif ‘alaihi. Dan GWUN yang dihimpun Departemen Agama pada 17/12/20 nanti langsung masuk ke rekening BWI melalui rekening sejumlah perbankan syariah. Penggunaan GWUN ini ditujukan kepada peningkatan produktivitas lahan wakaf di seluruh Indonesia yang jumlahnya 4.5 juta hektar. Selain daripada itu juga untuk produktivitas wakaf di bidang pendidikan seperti beasiswa, maupun kesehatan seperti pembangunan-pembangunan rumah sakit.

Ketua BWI Prof Dr Ir H Muhammad Nuh yang mantan Mendikbud era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan di berbagai kesempatan sosialisasi BWI, bahwa pembangunan rumah sakit telah dilakukan di Jawa Timur. Kini kondisinya sudah mulai menguntungkan. Produktif.
GWUN yang dikerjakan Kementerian Agama ini juga sudah pernah dilakukan Kemendikbud era Muhammad Nuh dengan capaian dana mencapai Rp 16 triliun. Dari dana tersebut kemudian melahirkan program ambisius di Kementerian Keuangan bernama LPDP.

Wiki (2020) menjelaskan bahwa LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan adalah satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana pendidikan sesuai amanat PMK Nomor 252 Tahun 2010. Lembaga ini disingkat LPDP.

Baca Juga:  Kebangkitan Nasional dengan BangKambing--Modal 100 juta--30 Ekor Indukan

LPDP kemudian ditetapkan sebagai sebuah lembaga berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) pada 30 Januari 2012 setelah disahkannya KMK Nomor 18 tahun 2012. LPDP memiliki visi menjadi lembaga pengelola dana terbaik di tingkat regional untuk mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Program layanan LPDP terdiri dari beasiswa, pendanaan riset dan pengelolaan dana (investasi).

GWUN relatif sama dengan gerakan Mendikbud dan Menkeu di mana dana wakaf uang menyasar beasiswa putra-putri terbaik namun miskin untuk mendapatkan beasiswa. Juga untuk investasi produktivitas lahan-lahan wakaf yang menyebar di seluruh Indonesia dengan luasan 4.5 juta hektar di mana di atasnya relatif terdapat mesjid,makam,madrasah dan lahan penunjang produktivitas 3M tersebut di atas, yakni Mesjid, Madrasah dan Makam.

Kementerian Agama menyasar wakaf uang kepada seluruh ASN miliknya. Jumlahnya mencapai angka 221.600 orang. Jika dalam satu tahun setiap pegawai berwakaf 1 juta secara sukarela,maka akan terhimpun dana sekira 221.600.000.000. Dana tersebut menjadi stimulan gerakan wakaf nasional yang jauh lebih besar karena umat Islam di Indonesia terbesar di dunia. (Penulis adalah pegiat literasi wakaf – wakaf literasi. Anggota BWI Kalbar Bidang Wakaf Produktif. CP-WA 08125710225)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Aditia Taslim Rumah Cemara hari AIDS

Indonesia Gagal Penuhi Janji Global 2020 Kendalikan AIDS

IMG 20201204 WA0070

Rakernas Lazismu: Muhammadiyah Berkiprah Kemanusiaan “Spirit Al Ma’uun”