Sementara itu, sorotan lain mengarah ke Menteri Koperasi. Ferry Juliantono ditunjuk menggantikan Budi Arie Setiadi. Pergantian ini tak kalah strategis. Di tengah dominasi konglomerasi dan penetrasi perusahaan digital raksasa, nasib koperasi kerap terpinggirkan. Padahal, di balik koperasi, ada denyut ekonomi rakyat, terutama UMKM yang menopang lebih dari 60 persen PDB nasional.
Harapan besar kini tertambat pada Ferry: mampukah ia menyalakan kembali semangat koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan? Publik menunggu bukan hanya jargon “koperasi modern”, tetapi kebijakan nyata: digitalisasi koperasi, akses permodalan murah, dan perlindungan dari praktik predatoris kapital besar. Jika langkah ini ditempuh serius, koperasi bisa kembali menjadi benteng rakyat kecil di era disrupsi.
Reshuffle kali ini adalah ujian pertama serius bagi Prabowo setelah badai protes sosial mengguncang. Ia harus membuktikan bahwa perubahan wajah kabinet bukan sekadar kosmetik politik, melainkan langkah konkret menjawab keresahan rakyat. Kredibilitasnya dipertaruhkan, sebab harapan yang terlanjur tumbuh bisa berbalik menjadi kekecewaan bila kabinet baru gagal memberi arah jelas.
