Sedangkan Muhammad Aris, salah seorang peserta yang cukup aktif mengikuti kegiatan Rumah Literasi, menyampaikan kesulitannya dalam menulis, terutama untuk mengawali dan meletakkan pungtuasi yang tepat:
“Sulit untuk mengawali, penetapan Pungtuasi. Saya berusaha memperbaiki dan terus semangat dalam menulis”, Muhammad Aris.
Berbagai kesulitan yang diungkapkan oleh para peserta, langsung ditanggapi oleh Pembimbing, Elmansyah. Dia memberikan arahan-arahan agar bisa lebih baik lagi., Elmansyah menceritakan tentang pengalamannya dalam menulis, untuk kemudian menjadi pelajaran bagi para peserta.
“Menjadi penulis memang tidaklah mudah, tapi juga tidak sulit, yang penting ada kemauan dan segera memulai, jangan ditunda-tunda ketika ada ide untuk menulis. Terutama yang bersifat narasi pengalaman, atau reportase. Setelah kejadian, segera ditulis, agar tidak lupa. Kalau sudah hitungan hari, maka apa yang kita alami akan menjadi buyar, sulit untuk dituliskan. Itu pengalaman Saya yang sering menulis ketika terjun ke lapangan, baik untuk penelitian atau untuk hal-hal lain yang harus dilaporkan”.
Seperti biasa, di akhir kegiatan salah seorang peserta akan menerima hadiah sebuah buku, sebagai penghargaan bagi peserta terbaik. Kali ini peserta yang menerima hadiah adalah Nora Noritasari, dari Program Studi Manajemen Dakwah. Nora merupakan peserta yang sangat aktif sejak awal kegiatan dimulai, 20 September 2019 lalu. [EL/03].
