Berita

Seminggu Menulis Diary, Ini Ungkapan Peserta Rumah Literasi

Seminggu Menulis Diary, Ini Ungkapan Peserta Rumah Literasi

Senanda dengan Sarina Lestari, Supatmi yang juga tertarik menulis karena adanya tugas menulis Diari:
“Sebenarnya Saya sangat berat kalau diminta menulis, karena dalam benak Saya selama ini menulis itu adalah sesuatu yang sulit. Dengan adanya pembelajaran menulis melalui penulisan buku Diari, Saya baru sadar bahwa menulis itu tidaklah sulit”.

Agak berbeda dengan Khoiriyah, menurutnya menulis Diary justru membuatnya berusaha sedapat mungkin untuk melakukan hal-hal positif:
“Menulis Diari membuat Saya berusaha melakukan hal positif, dengan harapan dapat ditulis dan mengambil pelajaran dari apa yang terjadi”.

Sementara itu, Irvan Wahyudi, yang tertarik menulis karena ungkapan-ungkapan yang sering kali disampaikan oleh para pembimbing, menyatakan bahwa ia sebenarnya menemukan kesulitan dalam menulis Diary, tapi sejauh ini ia selalu berusaha untuk tetap menulis:
“Kesulitan dalam menulis Diari, antara lain: Malas, Suasa kurang mendukung, dan ini pertama kali Saya menulis tentang diri Saya sendiri”, Irvan.

Begitu juga dengan Muhammad Ridho, yang dipertemuan pertama hadir namun di pertemuan kedua absen. Ia mengaku kesulitan, namun selalu berusaha untuk menulis:
“Sulit, tapi tetap berusaha untuk menulis”, Muhammad Ridho.