teraju.id, Pontianak – Pada hari ini, Senin, 13 April, Panpel Badan Nasional Sertifikasi Profesi mengirimkan sertifikat ICHA (Intangible Cultural Herritage Analyst) kepada seluruh peserta Indonesia yang lulus. Dari Kalimantan Barat ada 5 peserta. Masing-masing Dedi Ari Aspar, M.Lett, M.Pd, Tutup Kuncoro, Neni, Benedicta, dan saya. Tiga dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan dua dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL Kalbar cq MABM Kalbar). Dan sejak training dilanjutkan ujian pada 28-30 Nopember 2024, tim Kalbar telah bekerja.

Sertifikasi Analis Ahli Warisan Budaya Kalbar Ajukan 50 WBTBI 2026
Team Kalbar dan beberapa snap-shot bersama para peserta seluruh Indonesia.

Sedikitnya 50 pengajuan warisan budaya tak benda Indonesia telah dihimpun dan diperjuangkan ke Kementerian Kebudayaan. Kita tahu, budaya perlu dijaga, dirawat, dipelihara, sebab menjadi identitas, alat pemersatu, alat diplomasi budaya, dan warisan ilmu pengetahuan yang tiada tara…

Ijazah akan menyusul sepekan ke depan.
Saya bersyukur dapat turut serta dalam kelas training dengan para ahli seluruh Indonesia. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan di lingkungan ATL Pusat yang merupakan mitra Kemenbud dan Unesco. Badan dunia yang mengurusi edukasi, sain dan kultural.

Sekali lagi terimakasih kepada Ketua ATL Kalbar cq MABM Kalbar Prof Dr H Chairil Effendy, MS dan fungsionaris. Terimakasih kepada team Kalbar yang kompak dalam kerjasama. Juga semua jajaran ATL Pusat yang dipimpin Dr Pudentia MPSS maupun seluruh peserta. Teriring doa agar ilmu yang didapatkan dapat diterapkan dan menjadi sumbangsih bagi pemajuan kebudayaan di Kalbar pada khususnya dan Nusantara pada umumnya. *