Berita

Serumpun Berpantun dan Akar Budaya Bugis-Melayu

Serumpun Berpantun dan Akar Budaya Bugis-Melayu
Suasana di beranda Kesultanan Mempawah (Amantubillah) dan landscape sejarah Sultan Hamid II Alkadrie Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila (Istana Qadriyah) Kesultanan Pontianak.

Opu Daeng Manambon berbesanan dengan Alhabib Husein Alkadrie melalui pernikahan Syarif Abdurrahman Alkadrie dengan Putri Chandramidi. Dari pernikahan keduanya, lahirlah Kesultanan Qadriyah Pontianak dengan salah satu Sultan-7 Menteri Negara Zonder Portofolio Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila Sultan Hamid II Alkadrie. Bertaut dengan silsilah Fatimah Azzahrah Binti Rasulullah Muhammad SAW. (Alfatihah washallu ‘Alan Nabi).

Opu Daeng Manambon adalah putra kedua dari Opu Tandre Borong Daeng Rilleke.

Putra pertamanya adalah Opu Daeng Parani yang kemudian menjadi Sultan Johor (Malaysia). Ketiga adalah Opu Daeng Marewah dan Opu Daeng Chella’ yang kemudian menjadi Sultan di pesisir Sumatera (Riau). Kemudian Bungsu Opu Daeng Kemase’ menjadi Sultan Sambas yang menurunkan silsilah ke Kesultanan Brunei Darussalam.
Dari silsilah ini pula kenapa tradisi lisan pantun, syair, gurindam, jepin, hingga tundang bergema sama pohonnya. Genetiknya. Filsafatnya. Ternyata sejak awal sudah Serumpun. Sejarah memang peristiwa berulang. *

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *