Proses pencalonan yang nantinya ditangani oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum berlangsung. Jika diumpamakan “kebersamaan”, prosesnya baru pada tahap menjelang “merisik”, belum “antar pinang”. Partai-partai yang memiliki kapasitas menjadi perahu tumpangan calon belum “menamakan penumpangnya”.
Oleh sebab itulah publik sekarang ini harus menyadari bahwa siapa yang kelak akan benar-benar maju dalam pemilihan dan dipilih, kelaklah diketahui. Orang mungkin dapat memperkirakan, tetapi, perkiraan dalam politik –dan dalam banyak hal lain, bisa berubah-ubah. Hitung-hitungan dan matematika politik tidak sama dengan hitung-hitungan dalam mata pelajaran Aljabar atau Matematika.
Makanya, publik harus diingatkan “janganlah pening-pening sorang” memikirkan atau membaca “peta politik” Kalbar hari ini. Janganlah mabok dengan bumbu-bumbu yang mungkin terasa asin, asam, manis, pedas dan kecut.Biarlah yang pening itu orang-orang yang mau “digila-gilakan” karena memikirkan hitung-hitungan politik yang rumit.
Tentu saja kita menunggu sambil berdoa: siapa pun yang dinamakan atau terpilih kelak, semoga merupakan pilihan yang terbaik. Semoga pemimpin-pemimpin itu dapat membawa kita ke era yang selalu baik, era masyarakat yang tetap sejahtera, adil dan makmur. (*)
