Hubungan KEP dan SETC bukan baru kali ini. Sudah lama. Sejak 10 tahun silam. Dimulai dengan keberangkatan wartawati Harian Borneo Tribune Safitri Rayuni ke The Age, koran tertua di Melbourne, lalu berjumpa ayahanda Aria Jalil. Melalui Iphiet sapaan ibu muda yang kini bekerja sebagai ASN di Distan Provinsi Kalimantan Barat, hubungan korespondensi berlanjut hingga Pak Aria menyalurkan segenap “olahkanuragannya” ke daerah tapal kuda: Singkawang, Sambas, Bengkayang. Beliau beli lahan 4ha di lereng Gunung Poteng dan hendak meningkatkan mutu SDM Kalbar lewat kepakarannya yakni pendidikan. Titik sentuh kami sama: bahasa internasional. Tentu bassicnya kecintaan terhadap NKRI agar madjoe djaja selaksa soempah pemoeda bahkan soempah palapa datoknda Gadjahmada.
Alhamdulillah kini setelah 10 tahun persahabatan dan kekeluargaan, anak beranak ini sepakat bergabung. Mewujudkan cita bersama membangun sebuah universitas. Seperti muqaddimah di atas.
TOP Literacy Fellowship tandai Pembentukan KEP’s Aria Jalil University
Baca Juga:Panji Tengkorak dan Jempol Buat Siapa?
