Selain efisiensi waktu dan biaya, top working juga bermanfaat dalam konservasi genetik. Petani dapat tetap memanfaatkan sistem perakaran yang telah mapan dari pohon lama, yang biasanya sudah lebih tahan terhadap kondisi tanah setempat. Ini juga membantu mengurangi risiko kegagalan tanam yang sering terjadi pada benih muda. Waktu yang tepat untuk melakukan teknik top working adalah disaaat pohon sedang aktif tumbuh, tidak sedang stres air atau serangan hama di musin kemarau yang ringan.
Namun, tentu saja keberhasilan top working sangat bergantung pada keterampilan petani dalam melakukan penyambungan, pemilihan varietas yang tepat, serta perawatan pasca-sambung. Diperlukan pelatihan, pendampingan, dan dukungan dari pemerintah maupun lembaga pertanian agar teknologi ini dapat diterapkan secara luas. (lihat video)
Dengan strategi yang tepat, top working bisa menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing durian lokal, dan menyejahterakan petani. Sudah saatnya kita mengedepankan inovasi seperti ini untuk membangun pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
