Yang menarik, belum ada klarifikasi resmi dari istana. Diamnya para elite memperkuat persepsi publik bahwa ini bukan soal hukum semata, melainkan soal kuasa. Terlebih, publik mencatat bahwa Tom Lembong adalah salah satu pendukung awal Anies Baswedan, sebuah fakta yang membuat aroma politik dalam vonis ini makin menyengat.
Ketika publik merasa hukum dijadikan alat untuk menekan suara yang berbeda, kepercayaan retak. Bukan hanya terhadap institusi, tetapi terhadap masa depan demokrasi itu sendiri. Meski demikian, sebagian netizen masih berharap banding dikabulkan dan hukum tak jadi alat politik.
