in ,

Webinar Sosial Masyarakat #3 Era New Normal

teraju.id, Pontianak – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) setelah sukses mengadakan Webinar Sosial Masyarakat ke-1 tentang Potensi Bencana Alam Geologi di Masa Pandemi dan Upaya Mitigasinya dan Webinar sosial yang ke-2 tentang Gejolak Ketahanan Pangan, Mampukah Pemuda Berperan dalam Menjaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi. Kali ini Kembali mengadakan Webinar Sosial Masyarakat ke-3 dengan tema “Era New Normal : Menyongsong Kebiasaan Baru di Tengah Pandemi dari Sisi Kesehatan dan Sosial Masyarakat” pada hari Rabu (24/6) Pukul 13.30-17.00 WIB via Google Meet.

Materi yang pertama disampaikan oleh Sulthan Farras selaku Presiden Mahasiswa BEM KM UGM 2020/2021, mas sulthan, demikian dia disapa memaparkan kondisi Indonesia dalam menghadapi New Normal. “Masyarakat Indonesia termasuk paling optimis dan berencana untuk meningkatkan pengeluaran pasca pandemi, Ketika banyak negara secara regional dan global mengalami resesi, maka solusi terbaik adalah menstimulasi ekonomi domestik” paparnya.

Pemateri kedua, Nurhadi S. Sos, M. Si., Ph.D. selaku Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM dan Penulis Publikasi Penggunaan Model Sosial dalam Mitigasi Covid-19 meninjau dalam perspektif sosial masyarakat mengungkapkan Dampak dari sosial new normal dan menciptakan kebiasaan sosial baru di tengah pandemi. “Dalam kenormalan baru adalah tatanan kehidupan naru yang dihasilkan dari hasil proses adaptasi, new normal ini adalah salah satu abstarksi bentuk adaptasi dari bentuk acaman di sekitarnya”.

Pak Nurhadi juga menuturkan bahwa normalisasi baru ini juga mempunyai dampak positif yaitu transformasi birokrasi yang bisa dipangkas karena dilakukan secara virtual. Namun Indonesia belum siap dengan New Normal “Menurut saya ini adalah masa transisi, dimana Indonesia belum siap dengan aspek material maupun non material seperti skill, value, sikap, maupun infrastruktur” tambahnya.

Meskipun webinar memakan waktu yang cukup lama yaitu 3,5 jam, dikarenakan menunggu dr. Tirta Mandira Hudhi selaku Dokter dan Influencer yang cukup terkenal di Indonesia yang masih ada pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), memaparkan dari perpektif kesehatan bahwa “Sejatinya kita sudah mempelajari New Normal ini sudah lama dari puskesmas namanya PHBS atau Pola Hidup Bersih Sehat, kita sudah mempelajari PHBS untuk mencegah hepatitis, kita mencegah TBC, dan lain-lain. Hanya saja karena Covid merupakan sesuatu yang baru, pandemi, dan viral diseluruh negara. Maka kita menerapkan PHBS dadakan sekarang. Seandainya PHBS di terapkan sejak 30 tahun lalu maka kita saat ini tidak terlalu kaget. Maka masyarakat yang harus ditekankan adalah Pola Hidup Bersih Sehat itu tadi”.

Diakhir sesi beliau juga berpesan khususnya untuk mahasiswa, “Sebagai mahasiswa, penyambung suara rakyat, Mahasiswa harus berjuang mengakomodir keluhan rakyat kepada pemerintah. Berjuanglah sesuai kapasitas, sampaikan usul dengan elegan. Sampaikan edukasi. Itu tugas Kalian.” Pungkasnya.

Selain berdiskusi, webinar ini juga mengajak kepada para peserta untuk berdonasi dengan cara transfer bank pada akun yang telah disediakan untuk korban covid-19 yang terdampak dengan bentuk sembako, untuk Webinar Sosial Masyarakat yang ke-4 tentang Smart Green Concept, akan dilaksanakan Sabtu (27/6) mendatang, untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi laman instagram BEM KM UGM.

Written by Rike Rahayu

Rike Rahayu is a volunteer, a student, and a writer. A Volunteer of AFS Indonesia, Bina Antarbudaya chapter Pontianak, and Kampoeng English Poernama. She was studying at Trilogi University in Jakarta and currently at Pontianak State Polytechnic.

She was writing 3 books, and shortlisted for Journalism Fellowship to Malaysia and Singapore in 2018. She has contributed to KEP's Literature Project. She lives in Pontianak.

Walidya dan Biografi Perempuan Dayak yang Kuliah di Luar Negeri

“Milea: Suara Dari Dilan”