Terlepas dari susah dan jauhnya akses perjalanan ke Badau, namun tampaknya akan sulit untuk menghilangkan memori ini. Bahasa dan budaya tak menjadi penghalang kami membaur dengan masyarakat dan tak menjadi penghalang bagi masyarakat sekitar untuk memyambut dan menerima kami apa adanya. Mungkinkah karena terlalu banyak menggunakan air Kapuas? Entah. (*)
Ae’ Kapuas Hulu
