Wah…ini terbalik. Saya sekeluarga di Pontianak, justru lebih suka dengan beras kampung yang masih asli. Merah. Lain rasanya. Makan lebih nikmat, karena ada aroma alami beras kampung.
Selain itu, beras dari kampung lebih cepat berbubuk. Dimakan kutu beras jika lama habisnya. Ini menandakan beras kampung, tidak diberi tambahan pengawet. Sedangkan beras yang dijual di Pontianak, produksi pabrik, lebih tahan lama. Ini menjadi salah satu kelebihan beras kampung.
Bersyukur, alhamdulillah. Panjang langkah saya, panjang juga rezkinya. Mengalir. Dimana-mana serasa jumpa kerabat dekat.
