“Ngapa ndak kita bikin kantor permanen jak pak sekretaris” kata saya.
“Duitnya dari mana ketua” tanya Ceger.
“Bisa dicari kalau kita mau” kata saya sambil.menjelaskan pada Ceger bagaimana caranya menghimpun potensi internal dan eksternal menjadi kekuatan dasyat. Saya corat coret dikit hitubgab dan angkanya.
Saya ingat muka Ceger tak percaya. Saya ketawa ngakak.
“bise jank. Usah tak cayak kau. Bise nih. Kau lihat nanti. Beri aku waktu nyari ketue panitia, sekretaris dan bendaharanya” kata saya.
2 minggu saya mengumpulkan informasi kader yang bisa saya minta bantuan jadi ketua panitia. Pilihan saya jatuh pada Haji Boby (Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga), Tanto Ya dan Haji Isa (anggota DPRD Provinsi)
Saya minta Haji Boby bersedia jadi ketua panitia, pak Tanto jadi sekretaris dan pak Isa jadi bendahara. Bertiga mereka kompak dan bersemangat.
SK segera saya keluarkan Desember 2019.
Saya ingatkan panitia bahwa kita harus selesai membangun sebelum Agustus 2021 karena kontrak kantor lama akan berakhir.
Januari 2020, pengumpulan dana mulai dijalankan. Yang membahagiakan saya, mas AHY (saat itu masih waketum) dan mas Ibas (saat itu masih ketua fraksi) meringankan tangan menyumbang dana begitu mereka tahu kami berjuang membangun kantor.
