in

Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit

Erma Ranik, peletakan batu pertama gedung DPD Demokrat

Oleh: Erma Ranik

Terima kasih atas kesediaan Walikota Pontianak bapak Edi Kamtono serta Wakil Walikota Pontianak pak Bahasan atas kesediaanya melakukan pengecoran pertama Kantor DPD Demokrat Kalbar hari ini 12 September 2020. Istimewa sekali katena ini adalah rangkaian kegiatan ulang tahun Partai Demokrat ke 19.

Saya sangat bergembira sekali karena setelah kami resmi membeli tanah pada 31 Agustus 2020, pembangunan mulai resmi dilaksanakan pada hari ini.

Setahun yang lalu, 3 hari setelah peristiwa hukum bang Gidot, saya melaporkan hal tersebut pada pak SBY di Cikeas. Setelah mencium tangan beliau, singkat saya laporkan perkembangannya. “erma, saya sudah tahu peristiwa itu. Saya minta kamu urus Demokrat Kalbar. Bangun kembali semangat dan kebanggaan kader” kata bapak sambil.menepuk bahu saya. Otomatis jawaban saya adalah “Siap Pak”.

Setelah resmi ditunjuk memimpin Denokrat Kalbar, saya mulai melakukan identifikasi SWOT. Sekretaris DPD Aquino Ceger saya ajak berdiskusi panjang. Beliau menjelaskan kepada saya situasi DPD Demokrat Kalbar. Beberapa hal yang masih belum selesai dan menjadi ganjalan di masa sebelumnya, saya minta segera diselesaikan. Agar ringan melangkah.

Baca Juga:  Ibadah Sosial Melalui Zakat

Pak sekretaris melaporkan kepada saya bahwa kantor Demokrat Kalbar masih aman. Kontraknya sampai Agustus 2021.

“Ngapa ndak kita bikin kantor permanen jak pak sekretaris” kata saya.
“Duitnya dari mana ketua” tanya Ceger.
“Bisa dicari kalau kita mau” kata saya sambil.menjelaskan pada Ceger bagaimana caranya menghimpun potensi internal dan eksternal menjadi kekuatan dasyat. Saya corat coret dikit hitubgab dan angkanya.
Saya ingat muka Ceger tak percaya. Saya ketawa ngakak.
“bise jank. Usah tak cayak kau. Bise nih. Kau lihat nanti. Beri aku waktu nyari ketue panitia, sekretaris dan bendaharanya” kata saya.

2 minggu saya mengumpulkan informasi kader yang bisa saya minta bantuan jadi ketua panitia. Pilihan saya jatuh pada Haji Boby (Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga), Tanto Ya dan Haji Isa (anggota DPRD Provinsi)

Saya minta Haji Boby bersedia jadi ketua panitia, pak Tanto jadi sekretaris dan pak Isa jadi bendahara. Bertiga mereka kompak dan bersemangat.
SK segera saya keluarkan Desember 2019.
Saya ingatkan panitia bahwa kita harus selesai membangun sebelum Agustus 2021 karena kontrak kantor lama akan berakhir.

Baca Juga:  Bangun Masjid Para Mualaf

Januari 2020, pengumpulan dana mulai dijalankan. Yang membahagiakan saya, mas AHY (saat itu masih waketum) dan mas Ibas (saat itu masih ketua fraksi) meringankan tangan menyumbang dana begitu mereka tahu kami berjuang membangun kantor.

Puji Tuhan, alhamdulilah, kesadaran kader sangat tinggi, bukan hanya anggita dewan, mantan anggota dewan, kader non anggota dewan bahkan office boy kantor dan supir ambulance juga menyisihkan gajinya per bulan untuk menyumbang pembangunan kantor.
Gotong royong yang luar biasa. Panitia juga tak henti berkerja bahu membahu. Menggalang dukungan dana juga dari para simpatisan.
Tim panitia ini dibantu oleh seluruh ketua DPC se Kalbar bekerja penuh semangat. Hingga setahap demi setahap proses pembangunan mulai berjalan.
Jika ada kesulitan yang memerlukan saya turun, saya turun langsung. Panitia yang bekerja benar benar kompak luar biasa.

Kerja hari ini masih belum selesai, masih ada tantangan 10 bulan ke depan untuk menyelesaikannya. Mohon doa dan dukungan seluruh kader agar kita tetap bersemangat bergotong royong, menyelesaikan kerja bersama kita.
Selyruh kader di Kalbar, mari wujudkan mimpi bersama kita, tahun 2021, sebelum ultah ke 20 partai Demokrat, kita bisa punya kantor permanen.
Mari mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Kalbar khususnya dan di Indenesia umumnya.

Baca Juga:  Dari Rusen Dengan Gunta Wirawan

Written by teraju.id

Apvokasi Kalbar

“Kita Harus Lakukan Revolusi!”

Desain Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila desain Sultan Hamid yang didisposisi Presiden Soekarno

Elang Rajawali Garuda Pancasila “Ada Diwahyukan Tuhan dalam Surat Kerajaan”