Community

Desa Batu Ampar: Kampung Unik, Kayu Menjadi Arang

Desa Batu Ampar: Kampung Unik, Kayu Menjadi Arang

Hari ini semua itu tinggal kenangan, tidak banyak dampak postif yang muncul di balik kejayaan itu, sumber daya manusia jauh ketinggalan dibandingkan desa padang tikar, jika mau jujur mengukur dari sisi pendidikan. kebanyakan masyarakat kala itu lebih memilih bekerja dibanding sekolah sebab uang dari sawmil lebih menarik.

Desa Batu Ampar kini lebih dikenal lewat hasil arang bakau (mangriove), dikelola mandiri oleh masyarakat setempat dengan jumlah produksi mencapai ratusan ton pertahun diekspor ke korea, hongkong, taiwan, bahkan arab.

Sayangnya, lagi-lagi sang pemodal (toke-toke) pihak yang diuntungkan, pasalnya pengrajin arang di sini masih bergantung jasa angkutan dan pasar bahkan sebagian besar pengrajin bergantung modal ke toke. padahal bisa saja dikelola koperasi secara profesional dan jujur, dari izin, bahan baku, angkutan, pemasaran bahkan modal. sebab harga jual sendiri akan lebih tinggi dan mrnguntungkan bagi pengrajin jika dibanding melalui toke, harapannya agar pengrajin arang bakau lebih sejahtera kelak. Aamiin.