Masing-masing kelas terdapat dua orang yang terpilih. Alhamdulillah.
Tak sampai di situ saja, Pak Yusriadi juga melanjutkan, kami akan dibimbing dalam mengedit sebuah buku, layout, dan juga mencetak buku. Kami juga akan dilihat perkembangannya selama beberapa hari sebelum launching buku gelombang kedua. Untuk akhirnya bisa masuk nominasi menjadi Duta Literasi FUAD, Duta Favorit, atau Runner up. Aku mencoba dan berusaha semaksimal mungkin dalam memahami setiap arahan yang diberikan kakak-kakak yang membimbing dalam kegiatan ini.
Hari selanjutnya, kami diperintahkan untuk mengedit sebuah buku milik teman kami.
Di situ kami diarahkan mengenai ketentuan mengedit buku. Seperti halnya huruf kapital setelah adanya titik, huruf kapital yang mengisyaratkan tempat, nama orang, dan lain sebagainya, bagaimana jika ada sebuah percakapan, memiringkan kata jika itu merupakan bahasa daerah, asing atau serapan. Di situ aku juga sering bertanya jika aku tidak mengetahui atau masih ragu dengan apa yang kupahami. Aku senang karena hari pertama dalam belajar mengedit sudah sedikit bisa dan akhirnya terbiasa.
