Community

Epilog

Epilog

Aku terdiam. Pertanyaan yang seolah olahmengolokku untuk kesekian kalinya “Apaan sih kak, masa iya tiba-tiba tanaman hilang dari muka bumi!” “Ya jawab” pintanya. Pikiranku sudah tersungkur memeluk tanah. Di mana semua rasa manis dalam mulut berubah menjadi pahit begitu membayangkan tidak ada tidak ada tanaman dimuka bumi ini. Tidak ada penyerapan air, tidak ada pengubahan karbondioksida menjadi oksigen, tidak ada buah-buahan, tidak ada tempat yang rindang yang kita dapat bersandar dibawahnya. Lalu kujawab “Kacau…” Dia menatapku dalam, seolah tahu aku belum selesai merangkai kata untuk tetap berlarut dalam rangkaian diksi yang akan kucipta. “kalo gak ada tanaman di bumi ya semuanya hancur kak, banjir dimana-mana karena gak ada resapan dari akar, bakalan banyak karbon dioksida juga bisa micu efek rumah kaca, hewan yang hidup di hutan pasti musnah, terus binatang juga, manusia apalagi, udah makan hewan, makan tumbuhan, pasti musnah kak” Aku baru saja seperti memetik rasa yang berjatuhan di kamarku sendiri seraya berusaha membangun anganku yang mengambang di tepi langit sore ini, masih sungguh asing bagiku.

“Nah, kakak balikin pertanyaan nya, jadi kenapa sih kita harus peduli sama tanaman?” tanyanya. Aku tersenyum, kemudian menjawab dengan sederhana “Sebab tanaman sumber kehidupan”

Baca Juga:Langkah Positif