Kota Baru tujuan kami. Karena sebelumnya kami juga sudah pernah membeli dengan bapak cendol tersebut. Al-hasil bapak tersebut tutup, kata mereka beliau Imlek. Mau gimana lagi kami lanjutkan perjalanan, hanya ada abang-abang penjual Es Kelapa dan membeli dagangannya. Sambil menyantap es kelapa, kami teringat ketika mengambil piala menang resensi di Jl. Alianyang ada abang-abang penjual es teler dekat lampu merah. Apalagi, kami segera menuju kesana, sebelumnya kami ingin membeli es kimo di Podomoro, sayang mereka juga tutup hingga pada akhirnya kami melangsungkan perjalanan ke Jl.Alianyang ke tempat abang es teler tersebut.
Sepi, tak ada pembeli. Saya lihat abangnya lagi makan siang, melihat kami memarkirkan motor, beliau langsung menaruh nasi bungkusnya dan menghampiri kami.
“Alaaah, maaf ye Bang, ganggu,” ujar saya.
“Umbh, ganggu ape?” jawabnya dengan mimik muka bingung.
“Kite ni ganggu abang makan siang pulak”
“Ohh, tak apeeee”.
“Haa, dua ye bang, satu tak usah pake papaya”.
“Ok”. Kok tak usah pake pepaya pikir saya. Bukannya tak suka belewa.
“Bang salah, tak usah pake Belewa bukan Pepaya,” saya sedikit berteriak, karena jarak dengan abang tersebut cukup jauh.
“Belewa ke Pepaya nih?”
“Tak usah kasik Belewa Bang,” jelas saya.
