Community

Es Teler Jl. Alianyang Pontianak

Es Teler Jl. Alianyang Pontianak

Katanya tahun ini masuk tahun ke tiga ia berjualan. Buka dari pagi hingga nanti jam 8 malam, katanya gantian sama teman.

Saya bertanya tentang modal, dia bilang modalnya sendiri.

Karena ada teman saya katakan, “Berarti yang satunya karyawan abanglah?”

Beliau bilang, tidak katanya, kalau udah lebih dari 2 baru bisa dibilang karyawan jika satu baru teman. Tak mau berdebat kami meng-iyakan. Abang itu juga bilang, “Iyakan yak Dek, nanti bunyok (untuk buah matang yang sudah terbentur beberapa kali menyebabkan lembut pada bagiannya)”.

Seru sekali mengobrol dengan abang tersebut, hingga pelanggan yang bepasangan datang. Di sini memang tempat yang enak, teduh karena banyak pohon dan tempat duduk dilengkapi dengan payung besar berwarna-warni seperti di pantai, jadi hal yang lumrah jika cuaca panas begini tempat yang disulap oleh abang tersebut bernuansa pantai menarik perhatian.

Es teler telah selesai kami pindahkan ke dalam perut, haus pun tak lagi terasa, hingga kami memutuskan untuk membayar es yang kami pesan sembari pulang.

“Makasih ye, Dek,” ucap abang tersebut setelah kami bayar.

“Iye, ikhlaskan ye, Bang,” jawabku sembari tersenyum.

“Iye ikhlas, cuman sedikit kecewa yak. Modal abang jak belum kembali, Dek,” timpalnya sembari tertawa.
Pontianak, 18 February 2018