\Fakta berikutnya adalah, foto diri Saya yang ada di sampul itu hanya diambil sekali foto saja. Alasannya, Saya tidak mau ribet. Fakta terpenting dari sampul buku ini adalah tentang warnanya. Mata Saya itu sensitif terhadap warna terang, sehingga saat melihat warna terang, kepala Saya akan merasa pusing. Maka dari itu, sampul buku ini Saya buat gelap, agar Saya bisa melihatnya tanpa merasakan kepala pusing.
Buku pertama Saya ini, sangat sakral bagi Saya. Karena ini akan menjadi pembuka untuk buku-buku yang akan Saya tulis berikutnya. Semenjak buku ini rampung, Saya berencana membuat buku kedua yang juga menceritakan kisah hidup Saya, tapi dalam kemasan komedi. Saya hanya bisa berharap untuk segera selesai dan menjadi buku.\
Mungkin Cuma ini yang bisa Saya sampaikan. Jika masih ada yang bertanya tentang cara membuat buku, Saya rasa banyak sekali website-website atau video-video yang menjelaskan bagaimana cara membuat buku. Kalau menurut Saya hal terpenting ketika ingin membuat buku adalah rajin membuat diary. Dalam tulisan, memang kualitas itu penting, tetapi sebelum itu, kuantitas juga sangat penting. Terkadang banyak orang ingin membuat sebuah cerita yang bagus dan menarik, tapi jadinya malah sependek cerpen. (*Peserta Rumah Literasi FUAD).
