Oleh Qodja
Mengalami greget adalah jalan untuk menginsyafi diri dari jerat-jerat malu yang tidak pada tempatnya. Berangkat dari persepsi itu, Fredo melakukan aksi-aksi greget yang menerabas sekat mental untuk berkehendak merdeka.
Di salah satu SPBU Jogja, Fredo menuntun motornya untuk diisi bensin jenis pertamax. Kepada petugas SPBU ia menyodori “angka gereget”, minta diisikan petamax setara 500 perak. Permintaannya itu membikin petugas SPBU melongo sejenak. Nalarnya terkejut mencerna situasi. Tak berhenti di situ, Fredo menambah kaget petugas ketika meminta struk pengisian pertamax senilai 500 perak itu.
Pernah pula dalam perjalanannya di atas kereta api, Fredo nekat mencolok rice cooker ke saluran listrik dekat tempatnya duduk. Sebelumnya ia mondar mandir ke WC untuk mencuci beras. Tentu saja mengundang perhatian orang banyak. Mungkin ia sengaja. Karena greget itu adalah tindakan ekstrim yang perlu disaksikan banyak orang. Peristiwa itu dengan cepat terendus oleh petugas yang bergegas ke tempat Fredo memasak nasi untuk mencegah. Dengan santai, Fredo berkilah tak ada himbauan larangannya.
Fredo bebas dan boleh menyelesaikan “ritual memasaknya”. Semenjak itu terbit larangan resmi menggunakan fasilitas listrik kereta api untuk keperluan memasak.
