Ibu dan ayah lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Keluarga ibu dan ayahku hanyalah petani. Orang tua ibu dan ayahku semuanya petani. Ayah bercerita pada saat itu, ayah bersekolah dasar namun sayangnya sekolahnya tidak selesai dan berakhir waktu masih kelas satu SD dikarenakan kedua orang tua ayah meninggal pada saat ayah berusia 5 tahun. Tidak dapat dibayangkan, dari usia 5 tahun ayah berjuang sendiri dan saudara kurang peduli.
Sedangkan ibu menempuh pendidikan hingga SMA. Sayangnya tidak sampai lulus dikarenakan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.
Dari fragmen cerita ini saya tidak akan berbicara banyak soal bagaimana perjuangan kedua orang tua saya. Tapi bagaimana kedua orang tua saya menanamkan pola pikir tentang pendidikan untuk saya dan adik-adik saya.
Pada saat itu saya pun mulai memasuki bangku sekolah SMP dan kedua orang tua saya berdagang jualan pisang dan gorengan. Namun perjalanan kami tidak semudah itu dan lancar sampai sekarang ini. Pada saat orang tua saya berdagang lalu tutup tokonya karena waktu itu ada isu bahwa tempat orang tua saya berdagang akan digusur. Ayah pusing memikirkan kerjaan apa lagi, mana saya harus membayar daftar ulang karena saya naik kelas dan adik saya banyak keperluan sekolah. Pada saat itu kondisi ekonomi kami sangat kritis.
