Community

Jangan Anggap Enteng

Jangan Anggap Enteng

Entahapa yang ada di pikiraanku, santai sekali aku tak punya bekal untuk menghadapi dosen. Hanya mengucapkan salam dan bertanya apakah kami sudah bersedia lalu menyuruh kami keluar dan menghadap satu per satu menghadap beliau.
Ini waktu yang sangat tepat untukku menghapal, sehingga rasanya sudah di luar kepala. Aku masuk tanpa ragu. Lalu apa yang terjadi? Semua hafalanku hilang.

“Saye ngebleng, Pak,” alasanku.

“Kamu ini baru berhadapan dengan saya, bagaimana nanti kalau sidang ada 4 orang pengujimu”.

Aku hanya terdiam sambil mencari hafalan yang tiba-tiba melayang itu, kupikir ini memang balasan yang setimpal untukku meremehkan nama-nama akun yang sudah diberikan seminggu yang lalu.

“Ya sudah, kamu hafal lagi. Keluar sana”. Tak perlu menunggu lama aku hanya meng-iya-kan dan segera keluar. Butuh waktu sekitar 10 menit aku memokuskan pikiran ke nama akun, kali ini benar-benar melekat di otak. Temanku yang sedari tadi silih berganti masuk ke ruangan semuanya keluar dengan menghembuskan nafas lega.

“Yang nilainya C silakan masuk,” teriak salah satu temanku.

Karena memang hanya aku yang tersisa temanku yang belum maju mereka nilainya D dan E. mau tidak mau aku harus masuk.

“Gimana, sudah ingatkah ?” tanya dosen.