Community

Jangan Anggap Enteng

Jangan Anggap Enteng

Oleh : Khatijah

Selasa pagi. Lama sekali rasanya tak mandi pagi sejak mata kuliah hampir semuanya selesai, tapi hari ini aku harus bergegas mandi karena harus ke kampus ikut dengan Anni. Jadwal sebenarnya bukan jam 07:00 WIB, tapi berhubung nebeng jadi harus ikut-ikutan pagi ke kampus. Dengan bersusah payah aku membangkitkan niat untuk mengikuti tes lisan hari ini (perbaikan UAS Akuntansi). Semua nama akun rasanya sudah kuhatam hingga tidak banyak yang kuhafal semalam dan aku lebih memilih menghabiskan malam bersama Tere Liye dengan Sepucuk Angpau Merahnya.

Baca Juga:Rindu Kampung

Di kampus masih sangat sepi, wajar memang karena banyak mahasiswa yang sudah pulang kampung. Kulihat di Dema ada beberapa panitia pekan bhakti mahasiswa (PBM) yang masih menunggu pendaftaran mahasiswa baru.
Kulihat gedung baru, hanya sedikit motor yang terparkir, satpam sudah siap siaga untuk mengatur mahasiswa memarkirkan motornya agar motor tersusun dengan rapi. Di perpustakaan, seperti biasa selalu ada Bang Sueb yang datang siaga dengan penyapunya mengusir debu di lantai.

Kulihat ruangan Club Menulis masih terkunci. Entah rasanya lama sekali aku tidak bersemedi di ruangan penuh misteri itu.