Walaupun sebenarnya agak bingung. Belum tau jalurnya. Tak lama, ada 1 pengendara motor king di belakang saya.
“Mas, mau lewat mana? TR 8 kah?” Ibu tadi kembali bertanya.
“Ia,” jawab si mas singkat.
“Melu mas kui wae mbak, mas e wes ngerti,” kata si ibu, dan saya pun manut.
Si mas bermotor king, beberapa kali membantu saya dorong motor. Ban nyangkut di lubang lumpur, atau nyangkut di akar kayu yang melintang.
Total-total, lebih 5 kali saya dorong-dorong motor. Sepatu, celana sudah tak berupa lagi. Seperti habis ke ladang.
Sayang saya tidak sempat memotret jalan. Karena harus ikut rute orang lain.
Dan saya jauh tertinggal, banyak nyangkut. Sebenarnya saya sudah berpikir untuk lewat sawit. Rute Pinang-Bintang Mas. Tapi berhubung saya tak ada teman jalan kali ini, agak ragu. Saya pilihlah jalur Sungai Bulan Jangkang yang melintasi pemukiman warga.
Sungguh, bertugas di kampung membutuhkan tenaga dan perasaan yang extra. Terlebih kesabaran. Semoga diberi kesabaran dan kekuatan yang lebih. Amin.
