in

Karena Buku, Ibu Memeluk Saya dan Mencucurkan Air Mata

KISAH PESERTA RUMAH LITERASI FUAD

Jaabir, penulis

Oleh: Jaabir*

Ini adalah pengalaman saya menulis buku. Kali pertama saya membuat buku, rasanya sangat sulit. Belum ada pengalaman, namun berkat bimbingan mentor di Rumah Literasi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak, berkat izin Allah, saya bisa menulis buku.

Mengapa saya bisa punya buku? karena saya bergabung di Rumah Literasi kurang lebih satu semester atau setara. Kami mendapat bimbingan menulis.

Saya menyelesaikan buku yang berjudul “Kisah Perjuangan Anak Sungai Rengas”. Buku ini berisi kisah pahitnya hidup saya yang terus bekerja dan terus maju apa pun rintangannya demi bisa kuliah.

Setelah selesai, pada tanggal 25 Juni 2020 pukul 08.45, saya pergi ke kampus untuk mencetak buku bersama mentor dari kelas Jalaluddin Rumi, Kak Saripaini. Kak Saripaini, orang yang membantu dan mengajarkan saya beberapa hal dalam proses pencetakan buku. Pada pukul 13.35 buku saya pun selesai.

Perasaan saya sangat bangga dan senang karena bisa membuat buku. Setelah buku saya selesai, saya langsung bergegas pulang ke rumah. Saya ingin memberitahukan kabar gembira ini kepada orangtua saya.

Reaksi orangtua saya adalah sedih dan bangga melihat saya membawa buku di hadapannya. Ibu saya pun langsung memeluk saya dengan erat sambil mencucurkan air mata. Ditambah lagi dengan Ayah saya yang sama sedihnya dengan ibu saya. Pada saat itu saya merasa saya adalah anak yang paling beruntung karena memiliki orang tua yang selalu mendukung kegiatan anaknya selagi itu positif, terlebih lagi saya telah menyelesaikan buku ini.

Bapaknya, sedang membaca buku.

“Ingat! Orang tua tidak meminta harta dan uang yang banyak. Dia hanya minta kita sebagai anaknya hanya berbakti dan membanggakan mereka, itu yang diinginkan seorang ibu dan ayah”. Itulah satu di antara pesan kedua orang tua saya.

Sekali lagi saya ucapkan teima kasih kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala. Dan kepada mentor kelas Quraish Shihab. Terima kasih juga kepada Kak Saripaini yang telah membimbing saya selama proses pembuatan buku. Tidak mudah bagi saya untuk membuat buku sendiri. Tanpa bimbingan Rumah Literasi dan orang-orang terlibat dalam penyelesaian buku ini, entah bagaimana jadinya buku saya. Terima kasih Rumah Literasi dan para mentor. (*Mahasiswa IAT IAIN Pontianak)

Berbagi itu indah:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Thank You Gordon Ramsay!

Prof Anhar Gonggong Mempertanyakan Patriotisme Sultan Hamid, Bandingkan dengan Soekarno dan Sultan HB-IX