Tapi, itulah jalan pikiran anak kecil. Penuh kreativitas dan tanpa batas. Mereka juga bisa mencontoh dan menerapkan apa yang mereka lihat, amati, dengar dan pahami ke dalam dunianya.
Namun, terkadang orang tua sering salah kaprah dan lebih memilih anaknya menjadi anak yang penurut yang hanya diam di rumah dan menjadi anak yang biasa-biasa saja. Mereka terlalu khawatir kalau anaknya main di luar dan takut apabila terjadi apa-apa dengan mereka.
Padahal, lumrah saja kalau anak punya daya ingin tahu yang tinggi dan dapat melakukan apa saja dengan cara mereka yang terkadang tidak dipahami oleh orang dewasa.
Saya juga pernah mengalami hal itu. Nenek sangat khawatir dengan kami, sebab dia menganggap pos itu sudah rapuk dan berbahaya jika banyak bergerak di atasnya. Kami masih keasyikan main, maka dari itu kami tidak terlalu mengindahkan kata-kata nenek.
“Tadak bah Nek, Eni same Deli naek e pelan-pelan yak.” Elak saya, apabila dilarang main di pos.
Nenek pun masih membiarkan kami main di pos itu.
Di hari selanjutnya, nenek kembali memberi nasihat dan melarang kami main di pos. “Maseh berani kau maen sanak tuh. Ade sarang penyengat (lebah) situ tuh.” Ucap Nenek menakuti saya dan Deli.
“Benarlah Nek?”
