“Iye” jawab Makya. “Maen agiklah kau ke sanak, biar kena’ sengat nanti.” Sambungnya lagi.
Mendengar ucapan nenek dan Makya, kami pun enggan untuk bermain di pos itu lagi karena takut dengan penyengat (lebah). Namun, karena rasa penasaran yang tinggi, saya sempat nekat ingin melihat sendiri sarang lebah yang dimaksudkan Nenek. Diam-diam saya pergi dan naik ke atas pos itu. Dan ternyata, tidak ada apa-apa. Ya, itu hanyalah taktik nenek agar kami tidak bermain di pos kamling itu lagi. (*)
