- Sistem NFT (Nutritient Film Technique)
- Sistem DFT ( Deep Flow technique)
- Sistem Rakit Apung
- Sistem Dutch bucket
- Sistem Wick
Tekun menelaah seperti Rossi 46 menjajaki tingkungan, ternyata Marino memilih untuk menggunakan sistem NFT yaitu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat tercukupi kebutuhan air nutrisi dan oksigen.

Beberapa keuntungan penggunaan system NFT antara lain, kebutuhan air dapat tercukupi, keseragaman nutrisi serta tingkat konsentrasi larutan nutrisi dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman, tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan lain-lain. Adapun kekurangan dalam penggunaan system NFT ini ialah penyakit tanaman dapat tertular lebih cepat ke tanaman lainnya, bergantung terhadap listrik apabila listrik mati sistem ini tidak dapat berkerja, dan biaya pembuatannya cukup mahal.
Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen.
Sistem hidroponik NFT dapat digunakan di lahan terbatas maupun mengoptimalkan lahan yang tersedia.
Hasil dua bulan kemudian terbukti “Tidak boleh ada keuntungan tanpa menanggung resiko kerugian”. Kepak lelah dan sumbangsih kawan-kawan Alumni 1997 Faperta Untan ini sekarang bisa dinikmati hasilnya oleh Marino.
