Visi pertama adalah untuk memfasilitasi beli bensin santri penerima amanah. Karena masjid ini pemasukan ziswafnya hampir mau 10M per bulan, maka santri penerima amanahnya ada 300 lebih. Itu santri yang dedikasi bekerja di Masjid, office hour.
Belum lagi relawan yang ada. Jadi market pembelian bahan bakar bensin di take over sama masjid. Terutama motor. Ini patut dicontoh. Menjaga arus uang agar tetap berputar di ekosistem kaum muslimin.
Visi berikutnya adalah sebagai program #MustahilMogok.
Seperti yang kuta tahu, segmen pekerja ojeg online adalah segmen yang cukup terdera kesulitan. Tarif per KM tertekan terus, syukur2 ada tips, di masa covid ini malah banyak layanan yang off.
Maka masjid menyediakan BENSIN GRATIS untuk jamaah masjid. Dengan syarat tertentu. Saya belum update lagi nanti programnya seperti apa, tapi nampak bersyarat seperti mendapatkan beras.
Di Masjid Munzalan ada bagi-bagi beras gratis, tapi ngaji dulu 1,5 jam. Di pandu oleh mentor BTQ.
Kemungkinan ini nanti juga begitu, misal ngaji 2 lembar bagi yang sudah lancar, dapat voucher pertalite 1 liter. MasyaAllah.
Atau bagi yang belum bisa ngaji, baca IQRO 2 halaman, gratis voucher bensin 1 liter. Kalo mau nambah lagi, ngaji lagi.
Masjid tinggal sediakan ustadz piket yang mengajarkan Al Quran. Seru gak?
*
