Oleh: Tuti Alawiyah
Salah satu pengalaman dari masa kecil yang masih membuatku terkesan yaitu menabung bersama ibu. Saat naik kelas empat Sekolah Dasar (SD), ibu membelikan sebuah celengan yang terbuat dari plastik berbentuk hello kitty. Hampir setiap hari, aku dan ibu selalu mengisi celengan dengan sisa penjualan bubur nasi ibu dan aku dari sisa uang jajan pada hari itu.
Pada masa itu, toko-toko di pasar dan toko di dekat rumah kami sudah banyak yang menjual celengan berbahan dasar plastik dan aneka bentuk seperti kucing, ayam, sapi atau babi. Dan ada juga yang terbuat dari gerabah berbentuk kendi. Namun, ibu lebih memilih berbahan plastik. Karena lebih murah dan yang terpenting mau memasukkan koin ke dalamnya.
Setelah itu, ibu biasanya menukarkan koin-koin itu dengan uang kertas di toko dekat rumah kami. Barulah ibu memperbolehkan aku menentukan sendiri barang-barang yang ingin kubeli dengan uang itu. Seingatku waktu itu uang tabungan digunakan untuk membeli pakaian muslim buat hari raya Idul Fitri. Sungguh menyenangkan bukan, memakai barang hasil tabungan sendiri. Yah, walaupun pernah mengorek-ngorek koin yang sudah dimasukkan.
